8. Al-Mu'arof Bi Adat Ta'rif

 

الْمُعَرَّفُ بِأَدَاةِ الْتَّعْرِيْفِ

BAB ISIM YANG DIMA’RIFATKAN DENGAN ALIF-LAM


أَلْ حَرْفُ تَعْرِيْفٍ أَوِ الَّلامُ فَقَطْ *** فَنَمَـــطٌ عَرَّفْتَ قُـلْ فِيْـهِ النَّمَطْ

أل (Alif-Lam) adalah huruf untuk me-ma’rifatkan, atau  huruf Lam nya saja. Maka terhadap lafadzh نمط yang ingin kamu ma’rifatkan, ucapkanlah ! lafadzh tersebut menjadi النمط


وَقَـدْ تُزَادُ لاَزِمَاً كَالَّلاتِ *** وَالآنَ وَالَّذِيْنَ ثُمَّ الَّلاتِ

Terkadang أل dijadikan sebagai huruf Zaidah Lazim (huruf tambahan yang sudah lazim) seperti “أل” pada lafadzh الَّلاتِ  (Isim Alam/nama berhala di Makkah yang dikenal dengan sebutan “lata”), “أل” pada lafadz الآنَ  (Zhorof Zaman/isim berma’na waktu, artinya: sekarang), “أل” pada lafadz الَّذِيْنَ (isim maushul), dan “أل” pada lafadz الَّلاتِ  (Isim Maushul).


وَلاضْــــطِرَارٍ كَبَنَـــــاتِ الأوْبَــــرِ *** كَذَا وَطِبْتَ الْنَّفْسَ يَا قَيْسُ الْسَّرِي

Dan terkadang أل (AL) dijadikan huruf Zaidah Dhoruroh (Darurat Syi’ir, bukan zaidah lazim). Contohnya adalah أل (AL) pada lafadzh بَنَاتِ الأوْبَرِ (isim alam, nama sebuah tumbuhan) dan lafadz طِبْتَ الْنَّفْسَ يَا قَيْسُ الْسَّرِي (artinya : kamu wangi, badanmu, wahai qois yang suka berjalan-jalan)


وَبَعَضُ الأعْلاَمِ عَلَيْهِ دَخَلا *** لِلَمْحِ مَـا قَدْ كَانَ عَنْهُ نُقِلاَ

Sebagian isim-isim Alam juga dimasuki oleh huruf أل zaidah ghoir lazim lil lamhi untuk melirik pada makna asal, yang mana Isim Alam itu sungguh dinukil darinya (yakni: makna asal dari lafadzh tersebut sebelum dijadikan sebuah nama).


كَالْفَضْلِ وَالْحَارِثِ وَالْنُّعْمَانِ *** فَــذِكْـرُ ذَا وَحَذْفُــــهُ سِيَّـانِ

Seperti contoh  الفَضْلُ (Alami Manqul dari Isim Masdar), الحَارِثَ (Alam Manqul dari Isim Sifat) dan النُعْمَانُ (Alam Manqul dari Isim Jenis). Maka penyebutan أل (AL) ini, atau membuangnya itu sama saja (tidak mempengaruhi kema’rifatan Isim Alam)


وَقَدْ يَصِيْـــرُ عَلَـمـــاً بِالْـغَـلَبَــــهْ *** مُضَاف أوْ مَصْحُوْبُ أَلْ كَالْعَقَبَهْ

Dan terkadang terdapat isim yang menjadi Alam bil Ghalabah (khusus nama tertentu karena mengalahkan ke populeran nama-nama lain yang serupa) yaitu Isim Mudhaf (Mudhaf lil Ghalabah, contoh Ibnu Abbas tertentu kepada Abdullah bin Abbas paman Rosulullah) atau Isim yang diberi أل (AL Zaidah lil Ghalabah) seperti contoh الْعَقَبَهْ (menjadi khusus nama jalan digunung Mina)


وَحَذْفَ أَلْ ذِي إنَ تُنَادِ أَوْ تُضِفْ *** أوْجِبْ وَفِي غَيْرِهِمَـا قَدْ تَنْحَذِفْ

Dan wajibkanlah membuang أل (AL) Zaidah lil Ghalabah ini, apabila kamu menjadikan ia (Alam bil Ghalabah) sebagai munada atau sebagai mudhaf. Terkadang juga أل (AL) Zaidah lil Ghalabah ini dibuang pada selain munada dan mudhof