الْمُعَرَّفُ
بِأَدَاةِ الْتَّعْرِيْفِ
BAB ISIM YANG DIMA’RIFATKAN DENGAN ALIF-LAM
أَلْ حَرْفُ تَعْرِيْفٍ أَوِ الَّلامُ
فَقَطْ *** فَنَمَـــطٌ عَرَّفْتَ قُـلْ فِيْـهِ النَّمَطْ
أل (Alif-Lam)
adalah huruf untuk me-ma’rifatkan, atau huruf Lam nya saja. Maka terhadap
lafadzh نمط yang ingin kamu ma’rifatkan, ucapkanlah ! lafadzh
tersebut menjadi النمط
وَقَـدْ تُزَادُ لاَزِمَاً كَالَّلاتِ
*** وَالآنَ وَالَّذِيْنَ ثُمَّ الَّلاتِ
Terkadang أل dijadikan sebagai
huruf Zaidah Lazim (huruf tambahan yang sudah lazim) seperti “أل” pada lafadzh الَّلاتِ (Isim Alam/nama berhala di Makkah yang dikenal dengan
sebutan “lata”), “أل” pada lafadz الآنَ (Zhorof Zaman/isim
berma’na waktu, artinya: sekarang), “أل”
pada lafadz الَّذِيْنَ (isim maushul), dan “أل”
pada lafadz الَّلاتِ (Isim
Maushul).
وَلاضْــــطِرَارٍ كَبَنَـــــاتِ
الأوْبَــــرِ *** كَذَا وَطِبْتَ الْنَّفْسَ يَا قَيْسُ الْسَّرِي
Dan terkadang أل (AL) dijadikan huruf Zaidah Dhoruroh (Darurat
Syi’ir, bukan zaidah lazim). Contohnya adalah أل
(AL) pada lafadzh بَنَاتِ الأوْبَرِ (isim
alam, nama sebuah tumbuhan) dan lafadz طِبْتَ الْنَّفْسَ
يَا قَيْسُ الْسَّرِي (artinya : kamu wangi, badanmu, wahai qois
yang suka berjalan-jalan)
وَبَعَضُ الأعْلاَمِ عَلَيْهِ دَخَلا *** لِلَمْحِ
مَـا قَدْ كَانَ عَنْهُ نُقِلاَ
Sebagian isim-isim
Alam juga dimasuki oleh huruf أل zaidah
ghoir lazim lil lamhi untuk melirik pada makna asal, yang mana Isim Alam itu
sungguh dinukil darinya (yakni: makna asal dari lafadzh tersebut sebelum
dijadikan sebuah nama).
كَالْفَضْلِ وَالْحَارِثِ
وَالْنُّعْمَانِ *** فَــذِكْـرُ ذَا وَحَذْفُــــهُ سِيَّـانِ
Seperti contoh
الفَضْلُ (Alami Manqul dari
Isim Masdar), الحَارِثَ (Alam Manqul dari
Isim Sifat) dan النُعْمَانُ (Alam Manqul dari
Isim Jenis). Maka penyebutan أل (AL) ini, atau
membuangnya itu sama saja (tidak mempengaruhi kema’rifatan Isim Alam)
وَقَدْ يَصِيْـــرُ عَلَـمـــاً
بِالْـغَـلَبَــــهْ *** مُضَاف أوْ مَصْحُوْبُ أَلْ كَالْعَقَبَهْ
Dan terkadang terdapat
isim yang menjadi Alam bil Ghalabah (khusus nama tertentu karena mengalahkan ke
populeran nama-nama lain yang serupa) yaitu Isim Mudhaf (Mudhaf lil Ghalabah,
contoh Ibnu Abbas tertentu kepada Abdullah bin Abbas paman Rosulullah) atau
Isim yang diberi أل (AL
Zaidah lil Ghalabah) seperti contoh الْعَقَبَهْ (menjadi khusus nama jalan digunung Mina)
وَحَذْفَ أَلْ ذِي إنَ تُنَادِ أَوْ
تُضِفْ *** أوْجِبْ وَفِي غَيْرِهِمَـا قَدْ تَنْحَذِفْ
Dan wajibkanlah membuang أل (AL) Zaidah lil Ghalabah ini, apabila kamu menjadikan ia (Alam bil
Ghalabah) sebagai munada atau sebagai mudhaf. Terkadang juga أل (AL) Zaidah lil Ghalabah ini dibuang pada selain munada dan
mudhof